Employee turnover adalah salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia. Tingkat pergantian karyawan yang tinggi dapat memengaruhi produktivitas, meningkatkan biaya rekrutmen, serta mengganggu keberlangsungan operasional bisnis. Karena itu, perusahaan perlu memahami cara menghitung employee turnover, mengidentifikasi penyebabnya, dan menyusun strategi untuk mempertahankan karyawan yang berkualitas.
Dengan memantau tingkat turnover secara berkala, tim Human Resources (HR) dapat mengevaluasi efektivitas kebijakan perusahaan sekaligus mengambil keputusan berdasarkan data.
Apa Itu Employee Turnover?
Employee turnover adalah tingkat pergantian karyawan dalam suatu perusahaan selama periode tertentu. Pergantian tersebut dapat terjadi ketika karyawan mengundurkan diri, memasuki masa pensiun, diberhentikan, atau meninggalkan perusahaan karena alasan lainnya.
Secara umum, employee turnover dapat dibedakan menjadi dua jenis:
- Voluntary turnover: pergantian karyawan yang terjadi karena keputusan karyawan sendiri, misalnya mengundurkan diri untuk mendapatkan peluang karier yang lebih baik.
- Involuntary turnover: pergantian karyawan yang terjadi karena keputusan perusahaan, seperti pemutusan hubungan kerja atau pemberhentian akibat pelanggaran kebijakan.
Perusahaan juga dapat membedakan turnover yang dapat dihindari dan yang tidak dapat dihindari. Contohnya, karyawan yang resign karena ketidakpuasan terhadap lingkungan kerja mungkin dapat dipertahankan melalui perbaikan kebijakan. Sebaliknya, pensiun merupakan kondisi yang umumnya tidak dapat dicegah.
Cara Menghitung Employee Turnover Rate
Salah satu cara untuk mengukur tingkat pergantian karyawan adalah menggunakan turnover rate. Rumus ini membandingkan jumlah karyawan yang keluar dengan rata-rata jumlah karyawan selama periode pengukuran.
Rumus employee turnover rate:
Employee Turnover Rate = (Jumlah Karyawan Keluar ÷ Rata-rata Jumlah Karyawan) × 100%
Untuk menghitung rata-rata jumlah karyawan, perusahaan dapat menggunakan rumus berikut:
Rata-rata Jumlah Karyawan = (Jumlah Karyawan Awal Periode + Jumlah Karyawan Akhir Periode) ÷ 2
Sebagai contoh, sebuah perusahaan memiliki 200 karyawan pada awal tahun dan 220 karyawan pada akhir tahun. Selama periode tersebut, terdapat 30 karyawan yang keluar.
Rata-rata jumlah karyawan adalah:
(200 + 220) ÷ 2 = 210 karyawan
Dengan demikian, turnover rate perusahaan adalah:
(30 ÷ 210) × 100% = 14,29%
Artinya, tingkat pergantian karyawan selama periode tersebut mencapai sekitar 14,29%.
Perlu diperhatikan bahwa hasil perhitungan dapat berbeda tergantung pada metode yang digunakan. Untuk analisis yang lebih akurat, perusahaan sebaiknya menetapkan definisi karyawan keluar, periode pengukuran, dan kategori turnover secara konsisten.
Apa Penyebab Employee Turnover yang Tinggi?
Ada beberapa faktor yang dapat mendorong karyawan meninggalkan perusahaan.
1. Kompensasi dan Benefit yang Kurang Kompetitif
Gaji, tunjangan, asuransi, dan benefit lainnya menjadi pertimbangan penting bagi karyawan. Ketika kompensasi yang diberikan tidak sebanding dengan tanggung jawab atau standar pasar, karyawan mungkin mencari peluang di perusahaan lain.
2. Kurangnya Kesempatan Pengembangan Karier
Karyawan cenderung ingin mengembangkan keterampilan dan memperoleh tanggung jawab yang lebih besar. Jika perusahaan tidak menyediakan jalur karier, pelatihan, atau kesempatan promosi yang jelas, risiko karyawan mencari pekerjaan baru dapat meningkat.
3. Lingkungan Kerja yang Tidak Mendukung
Hubungan dengan atasan, beban kerja, komunikasi internal, serta budaya perusahaan dapat memengaruhi pengalaman karyawan. Lingkungan kerja yang tidak sehat dapat menurunkan keterlibatan dan kepuasan kerja.
4. Ketidaksesuaian Pekerjaan
Karyawan mungkin merasa bahwa pekerjaan yang dijalankan tidak sesuai dengan kemampuan, ekspektasi, atau tujuan karier mereka. Kondisi ini dapat terjadi ketika proses rekrutmen dan onboarding tidak memberikan gambaran pekerjaan yang realistis.
Strategi Mengurangi Employee Turnover
Untuk mengurangi turnover, perusahaan perlu memahami penyebab yang paling berpengaruh sebelum menentukan tindakan.
Pertama, evaluasi kompensasi dan benefit. Bandingkan struktur gaji dengan standar pasar serta pastikan kebijakan kompensasi diterapkan secara konsisten.
Kedua, lakukan employee engagement survey. Survei dapat membantu HR memahami pengalaman karyawan, termasuk kepuasan terhadap atasan, beban kerja, komunikasi, dan peluang karier. Hasilnya perlu ditindaklanjuti agar karyawan melihat adanya perubahan nyata.
Ketiga, bangun jalur pengembangan karier. Sediakan program pelatihan, mentoring, dan kesempatan promosi berdasarkan kompetensi serta kinerja.
Keempat, evaluasi data turnover secara berkala. Jangan hanya melihat angka keseluruhan. Analisis turnover berdasarkan departemen, masa kerja, jabatan, lokasi, atau alasan pengunduran diri untuk menemukan pola yang membutuhkan perhatian.
Kelima, perbaiki proses onboarding. Pendampingan yang baik sejak awal masa kerja membantu karyawan memahami peran, tanggung jawab, dan budaya perusahaan.
Bagaimana HR Technology Membantu Mengelola Employee Turnover?
Pengelolaan data karyawan secara manual dapat menyulitkan HR ketika perusahaan memiliki banyak karyawan atau beberapa lokasi operasional. Sistem HR digital dapat membantu memusatkan data karyawan, memantau perubahan status kerja, dan menyediakan laporan yang mendukung analisis tenaga kerja.
Dengan data yang lebih terstruktur, tim HR dapat mengidentifikasi pola turnover dan mengevaluasi apakah program retensi yang dijalankan memberikan hasil.
Namun, teknologi bukan satu-satunya solusi. Data perlu dikombinasikan dengan komunikasi langsung, evaluasi kebijakan, dan pemahaman terhadap kebutuhan karyawan.
Kesimpulan
Employee turnover merupakan indikator yang membantu perusahaan mengevaluasi efektivitas pengelolaan sumber daya manusia. Dengan memahami cara menghitung turnover rate, mengidentifikasi penyebab pergantian karyawan, dan menjalankan strategi retensi yang tepat, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih terarah.
Pemanfaatan sistem HR digital juga dapat membantu perusahaan mengelola data karyawan dan memantau tren turnover secara lebih sistematis.
Ingin meningkatkan efisiensi pengelolaan SDM di perusahaan Anda? Pelajari solusi HR management dari BIPO Indonesia untuk mendukung pengelolaan data karyawan dan proses HR secara lebih terintegrasi.


